MAKALAH
SEJARAH PERKEMBANGAN
KEPERAWATAN
DUNIA DAN INDONESIA

Kelompok 5
PSIK 1 A
Disusun oleh :
1. Afidatunisak(afidatunisak@gmail.com)
2. Dwi
widiyanti(dwiwidiyanti52@gmail.com)
3. Eko
yulianto(yulianto678@ymail.com)
4. Erna
widiyati(widiyati_erna@yahoo.co.id)
5. Evi
heriyanti(eviheriyanti@gmail.com)
6. Heny
widiyani(henywidiyani93@gmail.com)
7. Hikmatul
janah(hikmatuljannah393@gmail.com)
8. Andhika
novandra
PROGAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
T.A 2013/2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya . sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sejarah perkembangan
keperawatan Dunia dan Indonesaia dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam
penyusunan makalah mungkin ada sedikit hambatan. Namun berkat bantuan dukungan
dari teman-teman serta bimbingan dari dosen pembimbing. Sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Dengan
adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan dapat
menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga tidak lupa mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak, atas bantuan,dukungan dan doa nya.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca makalah ini dan
dapat mengetahui tentang sejarah perkembangan keperawatan dunia dan Indonesial.
Makalah ini mungkin kurang sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran
untuk penyempurnaan makalah ini.
Penyusun
Kelompok
5
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR....................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI
.................................................................................................................................... 3
BAB
I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 4
A.Latar
Belakang ................................................................................................................ 4
B.Tujuan
Penulisan .............................................................................................................. 4
C.Metode
Penulisan ............................................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................. 5
A.Sejarah
Keperawatan Internasional (dunia)...................................................................... 5
B.Sejarah
Keperawatan Nasional (Indonesia)...................................................................... 7
C.Keperawatan di masa yang
akan datang........................................................................... 9
BAB III PENUTUP ....................................................................................................................... 11
A.Kesimpulan ..................................................................................................................... 11
B.Saran................................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Keperawatan
merupakan suatu bentuk layanan kesehatan profesional, yang merupakan bagian
integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika
keperawatan. Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, ikut
menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan
jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan
kontribusi yang unik terhadap bentuk layanan kesehatan sebagai satu kesatuan
yang relatif,berkelanjutan,koordinatif,dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu
profesi, menekankan kepada bentuk pelayanan profesional yang sesuai dengan
standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral. Sehingga pelayanan yang
diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.
B.
Tujuan
Penulisan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Tujuan
Umum :
Mengetahui perkembangan keperawatan dunia dan
Indonesia
2.
Tujuan
Khusus :
a. Mengetahui
bagaimana sejarah Keperawatan Internasional
b. Mengetahui
bagaimana sejarah Keperawatan Nasional, dan
c. Mengetahui
bagaimana hubungan dari sejarah Keperawatan yang ada dengan Keperawatan saat
ini.
C.
Metode Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari 3 bab
utama. Bab I berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, dan metode
penulisan makalah ini. Bab II merupakan bagian yang berisi penjelasan tentang
tinjauan pustaka, yang membahas materi/pokok bahasan. Bab III merupakan bagian
terakhir yang berisi kesimpulan dan saran serta daftar pustaka.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Keperawatan Internasional (dunia)
Keperawatan sebagai suatu pekerjaan yang
sudah ada sejak manusia ada di bumi ini, meskipun profesi keperawatan sering di
sebut sebagai asisten dokter ,tapi anggapan itu tidak selalu benar karena
keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus
berkembang sesuai perkembangan zaman saat ini.
1. Sejak Zaman Manusia Diciptakan
Pada dasarnya manusia diciptakan telah
memiliki naluri untuk merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang
ibu.Perawat harus memiliki naluri keibuan (mother instinct).tapi pada zaman
purbaorang masih percaya pada sesuatu tentang adanya kekuatan mistis yang dapat
mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan mereka ini dikenal dengan nama
animisme, di mana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena kekuatan alam
atau pengaruh kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa yang jahat
akan dapat menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan
kesehatan atau kesejahteraan. Pada saat itu peran perawat bisa di samakan dengan
dengan dukun karena meraka mengusir roh-roh agar penyakit tersebut bisa di
sembuhkan. Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya
diakones dan philantrop yang merupakan suatu kelompok wanita tua dan janda yang
membantu pendeta dalam merawat orang sakit serta kelompok kasih sayang yang
anggotanya menjauhkan diri dari keramaian dunia(mengasingkan diri) dan hidupnya
ditujukan untuk merawat orang-orang yang sakit sehingga akhirnya berkembanglah
rumah-rumah perawatan dan akhirnya mulai lah awal perkembangan ilmu keperawatan.
2.
Sejak Zaman Keagamaan
Pada zaman ini semua penyakit di anggap
berasal dari dosa-dosa si penderita karena perbuatan-perbuatannya sehingga dia
mendapatkan murka. Pusat perawatan pada zaman ini adalah tempat-tempat ibadah,
sehingga pada waktu itu pemimpin agama dapat disebut sebagai tabib yang
mengobati pasien karena ada anggapan yang mampu mengobati adalah pemimpin agama
sedangkan pada waktu itu perawat dianggap sebagai budak yang hanya membantu dan
bekerja atas perintah pemimpin agama.
3.
Sejak Zaman Masehi
Pada zaman masehi Keperawatan dimulai pada saat
perkembangan agama Nasrani, di mana pada saat itu banyak membentuk diakones
(deaconesses), dan para wanita bertugas untuk merawat oarng yang sakit
sedangkan orang laki-laki bertugas mengubur mayat jika mereka meninggal,
sehingga pada saat itu berdirilah RUMAH SAKIT
di Roma seperti Monastic Hospital.
4.
Sejak Zaman Permulaan abad 21
Pada permulaan abad ini perkembangan
keperawatan berubah, tidak lagi dikaitkan dengan faktor keagamaan atau
doktrin-doktrin dinamisme atau animisme akan tetapi berubah kepada faktor
kekuasaan, mengingat pada masa itu adalah masa perang dan terjadi eksplorasi
alam sehingga pesatlah perkembangan pengetahuan. Pada masa itu tempat ibadah
yang dahulu digunakan untuk merawat sakit tidak lagi digunakan kembali.
5.
Sejak Perang Dunia ke-2
Selama masa selama perang ini timbul
tekanan bagi dunia pengetahuan dalam penerapan teknologi akibat penderitaan
yang panjang sehingga perlu meningkatkan diri dalam tindakan perawat mengingat
penyakit dan korban perang yang beraneka ragam.
6.
Sejak Masa Pasca Perang Dunia ke-2
Masa ini masih berdampak bagi masyarakat
seperti adanya penderitaan yang panjang akibat perang dunia kedua, dan tuntutan
perawat untuk meningkatkan masyarakat sejahtera semakin pesat. Sebagai contoh
di Amerika, perkembangan keperawatan pada masa itu diawali adanya kesadaran
masyarakat akan pentingnya kesehatan.
7.
Sejak Periode 1950
Pada masa itu keperawatan sudah mulai
menunjukkan perkembangan khususnya penataan pada sistem pendidikan. Hal tersebut
terbukti di negara Amerika sudah dimulai pendidikan setingkat master dan
doktoral. setelah itu penerapan proses keperawatan sudah mulai dikembangkan
dengan memberikan pengertian bahwa perawatan adalah suatu proses, yang dimulai
dari pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
8.
Perkembangan pada Masa Florence
Nightingale
Perkembangan pendidikan keperawatan di luar negeri
dipelopori oleh Florence Nightingale sekitar abad ke 18 dan 19. Hasil didikan
sekolah Nightingale ini mempengaruhi perkembangan keperawatan di dunia. Tidak
hanya disitu,pendidikan keperawatan juga berkembang hingga jenjang pendidikan
tinggi. Ini ditandai dengan berdirinya progam sarjana keperawatan British
Columbia di Vancouver-Canada pada tahun 1919. Lalu,pada tahun 1924 sampai 1934,
muncul konsep progam pendidikan spesialis keperawatan yang baru terrealisasi
pada tahun 1946 dengan didirikannya progam spesialis keperawatan jenjang
S1,hingga progam master dan doktor.
B.
Sejarah
Perkembangan Keperawatan Nasional (Indonesia)
1.
Sejarah Perkembangan Keperawatan Sebelum Kemerdekaan
Pada masa pemerintahan
kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut
“velpleger” dengan dibantu “zieken oppaser” sebagai penjaga orang sakit. Mereka
bekerja pada rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta yang didirikan tahun 1799.
Pada masa VOC berkuasa, Gubernur Jendral Inggris Raffles (1812-1816), telah
memiliki semboyan “Kesehatan adalah milik manusia” Pada saat itu Raffles telah
melakukan pencacaran umum, membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
serta memperhatikan kesehatan dan perawatan tahanan. Setelah pemerintah
kolonial kembali ke tangan Belanda, di Jakarta pada tahun 1819 didirikan
beberapa rumah sakit. Salah satunya adalah rumah sakit Sadsverband yang
berlokasi di Glodok-Jakarta Barat. Pada tahun 1919 rumah sakat tersebut
dipindahkan ke Salemba dan sekarang dengan nama RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dalam kurun waktu 1816-1942 telah berdiri beberapa rumah sakit swasta milik
misionaris katolik dan zending protestan seperti: RS. Persatuan Gereja
Indonesia (PGI) Cikini-Jakarta Pusat, RS. St. Carolos Salemba-Jakarta Pusat.
RS. St Bromeus di Bandung dan RS. Elizabeth di Semarang. Bahkan pada tahun 1906
di RS. PGI dan tahun 1912 di RSCM telah menyelenggarakan pendidikan juru rawat.
Namun kedatangan Jepang (1942-1945) menyebabkan perkembangan keperawatan
mengalami kemunduran.
2.
Sejarah Perkembangan Keperawatan Setelah kemerdekaan
a. Periode
1945 – 1962
Tahun 1945 s/d 1950 merupakan
masa transisi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perkembangan
keperawatan pun masih jalan di tempat. Ini dapat dilihat dari pengembanagan
tenaga keperawatan yang masih menggunakan system pendidikan yang telah ada,
yaitu perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun pendidikan), untuk
ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa. Terdapat pula
pendidikan perawat dengan dasar (SR + 4 tahun pendidikan) yang lulusannya
disebut mantri juru rawat. Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah pengatur
rawat dengan tujuan menghasilkan tenaga perawat yang lebih berkualitas. Pada
tahun 1955, dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR ditambah
pendidikan satu tahun dan sekolah pengamat kesehatan sebagai pengembangan SDK,
ditambah pendidikan lagi selama satu tahun. Pada tahun 1962 telah dibuka
Akademi Keperawatan dengan pendidikan dasar umum SMA yang bertempat di Jakarta,
di RS. Cipto Mangunkusumo. Sekarang dikenal dengan nama Akper Depkes di Jl.
Kimia No. 17 Jakarta Pusat.
Walupun sudah ada pendidikan tinggi
namun pola pengembangan pendidikan keperawatan belum tampak, ini ditinjau dari
kelembagaan organisasi di rumah sakit. Kemudian juga ditinjau dari masih
berorientasinya perawat pada keterampilan tindakan dan belum dikenalkannya
konsep kurikulum keperawatan. Konsep-konsep perkembangan keperawatan belum
jelas, dan bentuk kegiatan keperawatan masih berorientasi pada keterampilan
prosedural yang lebih dikemas dengan perpanjangan dari pelayanan medis.
b.
Periode 1963 – 1983
Periode ini masih belum banyak
perkembangan dalam bidang keperawatan. Pada tahun 1972 tepatnya tanggal 17
April lahirlah organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI) di Jakarta. Ini merupakan suatau langkah maju dalam
perkembangan keperawatan. Namun baru mulai tahun 1983 organisasi profesi ini
terlibat penuh dalam pembenahan keperawatan melalui kerjasama dengan CHS,
Depkes dan organisasi lainnya.
c.
Periode 1984 Sampai Dengan Sekarang
Pada tahun 1985, resmi
dibukanya pendidikan S1 keperawatan dengan nama Progran Studi Ilmu Keperawatan
(PSIK) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi di Jakarta. Sejak saat
itulah PSIK-UI telah menghasilkan tenaga keperawatan tingkat sarjana sehingga
pada tahun 1992 dikeluarkannya UU No. 23 tentang kesehatan yang mengakui tenaga
keperawatan sebagai profesi. Pada tahun 1996 dibukanya PSIK di Universitas
Padjajaran Bandung. Pada tahun 1997 PSIK-UI berubah statusnya menjadi Fakultas
Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), dan untuk meningkatkan
kualitas lulusan, pada tahun 1998 kurikulum pendidikan Ners disyahkan dan
digunakan. Selanjutnya juga pada tahun 1999 kurikulum D-III keperawatan mulai
dibenahi dan mulai digunakan pada tahun 2000 sampai dengan sekarang.
C.
Keperawatan di Masa Yang akan Datang
Keperawatan adalah sistem yang
terbuka dan dinamis, artinya keperawatan akan selalu
menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi baik itu dalam bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi.
Berikut ini adalah
pendapat beberapa ahli mengenai perkembangan keperawatan di
masa yang akan datang.
1. Virginia Henderson
a.
Memiliki landasan hukum yang akan mengatur pelayanan keperawatan tersedia secara universal.
b. Perawat akan melakukan sebagian besar fungsinya dalam perawatan primer. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya lebih berperan sebagai konsultan. Pelayanan kesehatanakan menggabungkan pengobatan modern dengan pengobatan tradisional.
c. Model
keperawatan akan lebih diutamakan dibanding model pengobatan.
d. Titik berat pelayanan keperawatan adalah pendidikan kesehatan dengan tujuan membantu klien agar dapat mandiri dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia dengan lebih baik.
e. Pelayanan yang diberikan akan lebih menekankan pada upaya pencegahan penyakit.
f. Dana yang tersedia akan lebih banyak dialokasikan bagi perawat penyelenggara kesehatan di rumah.
g. Rumah sakit hanya akan melayani penderita sakit akut dan penderita yang memerlukan pembedahan besar.
h. Bidang keperawatan akan lebih banyak diminati terutama oleh kaum minoritas.
i.
Untuk mendapat izin praktik, perawat harus meraih gelar kesarjanaan.
j.
Gaji perawat akan lebih besar sebanding dengan pelayanan keperawatan yang semakin profesional dan bermutu.
k. Lebih banyak perawat yang memahami praktik kesehatan.
2.
Fuerst Wolf Dan Wetzil
a.
Bekerja ke arah interdependensi
berdasarkan kemitraan dengan kelompok profesional lain
dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh
kepada masyarakat.
b. Berusaha menentukan perannya sendiri dalam praktik dan menentukan tanggung jawab serta tindakan yang dapat diandalkan.
c. Pengetahuan dan keterampilan meningkat yang difasilitasi melalui riset keperawatan.
d. Perkembangan keperawatan seiring dengan perkembangan di bidang lainnya.
e. Berusaha
menentukan imbalan yang sepadan dengan status dan peran dalam keperawatan.
3. Prof. Ma'rifin Husin
a. Dalam bidang asuhan keperawatan dari bantuan berdasarkan keterampilan dan prosedur semata berubah menjadi bantuan dengan landasan ilmu pengetahuan dan metode ilmiah, standar asuhan keperawatan, dan etika profesi keperawatan.
b. Pelayanan yang semula bersifat asistensi berubah menjadi pelayanan mandiri.
c.
Keterampilan prosedural berubah
menjadi keterampilan yang berlandas-kan ilmu dan proses
keperawatan disertai rasa tanggung jawab terhadap
pelaksanaan asuhan keperawatan, dan sikap serta tingkah laku profesional.
d. Pendidikan
keperawatan yang semula bersifat kejuruan berubah menjadi pendidikan tinggi
baik itu D III maupun SI.
e. Penelitian.
Dari hampir tidak ada sama sekali berubah menjadi
ada dan mapan, karena tenaga sarjana (SI, S2) telah cukup banyak.
f. Dalam
organisasi profesi, fokus pada program konsolidasi organisasi,
dan kesejahteraan berubah menjadi pengembangan wawasan profesionalyang luas dan aktif.
dan kesejahteraan berubah menjadi pengembangan wawasan profesionalyang luas dan aktif.
g. Keperawatan sebagai profesi diterima sebagai profesi mandiri.
Selain pendapat dari para ahli di atas,
perkembangan di bidang ke-perawatan dapat diramalkan berdasarkan fakta-fakta
yang terjadi dalam masyarakat. Fakta-fakta tersebut antara lain:
h. Dengan meningkatnya populasi lansia maka keperawatan gerontik perlu dikembangkan.
i.
Meningkatnya penyakit
degeneratif, AIDS, penyakit jiwa, serta semakin tingginya kematian ibu dan bayi
menuntut adanya pelayanan spesifik yang
berkaitan dengan masalah-masalah tersebut.
j.
Melihat adanya budaya bahwa klien lebih senang dirawat di tengah keluarga dan meningkatnya biaya perawatan di rumah sakit maka pada masa yang akan datang perawat penyelenggara kesehatan rumah akan mendapat posisi yang penting. Oleh karena itu, spesialisasi keperawatan kesehatan keluarga perlu dikembangkan.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keperawatan
merupakan sebuah ilmu dan profesi yang memberikan pelayanan keseahatan guna
untuk meningkatkan keseahatan bagi masyarakat. Keperawatan ternyata sudah ada
sejak manusia itu ada dan hingga saat ini profesi keperawatan berkembang dengan
pesat. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia tidak hanya berlangsung di
tatanan praktik, dalam hal ini layanan keperawatan, tetapi juga di dunia
pendidikan keperawatan. Tidak asing lagi, pendidikan keperawatan memberi
pengaruh yang besar terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Karenanya perawat
harus terus meningkatkan potensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan
keperawatan yang berkelanjutan.
B. Saran
Dari kesimpulan
yang ada maka kita sebagai calon perawat harus terus meningkatkan kompetensi
dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan,
sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan dari keperawatan internasional.
Selain itu , sebagai calon perawat kita sebaiknya mempelajari bagaimana sejarah
perkembangan dunia keperawatan yang ada, sehingga kita lebih mengenal bagaimana
profesi keperawatan dan melalui hal itu kita bisa belajar menghargai profesi
yang kita jalani.
DAFTAR
PUSTAKA
_____. 2006. Buku
Panduan Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Jawa
Timur:PengurusPropinsiPPNI.
Samba, Suharyati. 2009. Perjalanan Keperawatan Indonesia. Bandung: Yayasan Nusantara
Bandung.
Ali, Zaidin. 2001. Dasar-dasar
Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika.
Asmadi. 2008. Konsep Dasar
Keperawatan. Jakarta: EGG.
keren
BalasHapus